Presiden harus mereview BUMN, merampingkan, menutup semua anak usaha yang di luar business core nya
Hutang BUMN ke Pemprov Jawa Barat:
https://www.youtube.com/watch?v=yirDMTqjYqU
Presiden harus mereview BUMN, merampingkan, menutup semua anak usaha yang di luar business core nya
Hutang BUMN ke Pemprov Jawa Barat:
https://www.youtube.com/watch?v=yirDMTqjYqU
Intelejen Negara Harus diperkuat, home industri ilegal harus ketahuan dari awal, peranan RT harus diperkuat
Semua badan usaha dan lembaga pemerintah tidak boleh membeli langsung dari pihak swasta,
Pelayanan kesehatan tidak bisa didesentralisasi, harus terpusat, semua obat dan sebagainya harus dirop dari kementrian kesehatan
Kasus:
Dana Syariah Indonesia
Asuransi Jiwasraya
Kasus asuransi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) merupakan salah satu skandal korupsi dan gagal bayar terbesar di Indonesia dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp16,81 triliun.
Asuransi Bumiputra
1. Masalah Tata Kelola (Salah Kelola)
Akar masalah utama adalah salah kelola (mismanagement) dan "salah asuh" dalam operasional perusahaan. Struktur perusahaan yang berbentuk asuransi jiwa bersama (mutual) menyulitkan pengambilan keputusan strategis karena pemilik perusahaan adalah seluruh pemegang polis, yang sering kali mengalami kekosongan kepemimpinan pada level badan perwakilan.
2. Kegagalan Investasi
Bumiputera mengalami kerugian besar akibat strategi investasi yang tidak tepat pada aset-aset yang tidak produktif atau berisiko tinggi.
Dana Tergerus: Aset finansial perusahaan dilaporkan tergerus hingga triliunan rupiah dalam beberapa tahun terakhir sebelum krisis memuncak.
Investasi Karam: Banyak dana yang ditempatkan pada instrumen investasi yang tidak dapat ditarik kembali atau nilainya anjlok.
ASABRI
Masalah ASABRI adalah skandal korupsi dan pencucian uang berskala besar terkait pengelolaan dana investasi PT ASABRI (Persero), sebuah BUMN asuransi untuk prajurit TNI, Polri, dan ASN Kemhan. Hingga awal 2026, berikut adalah inti permasalahannya:
1. Nilai Kerugian Negara yang Fantastis
Berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kasus ini merugikan negara sebesar Rp22,78 triliun hingga Rp23,7 triliun. Kerugian ini menjadikannya salah satu kasus korupsi terbesar dalam sejarah Indonesia.
2. Modus Operandi (Manipulasi Investasi)
Saham "Gorengan": Manajemen ASABRI menyepakati penempatan dana pada saham-saham berisiko tinggi dan tidak likuid dengan harga yang dimanipulasi agar terlihat berkinerja baik.
Pengaturan Portofolio: Pihak eksternal (Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat) mengendalikan portofolio investasi ASABRI untuk kepentingan pribadi, seringkali menjual aset di bawah harga beli atau memutar dana melalui reksadana yang mereka bentuk sendiri.
3. Keterlibatan OSO Manajemen Investasi (PT OMI)
Dalam kaitan dengan pertanyaan Anda sebelumnya, PT OSO Manajemen Investasi merupakan salah satu dari 10 Manajer Investasi (MI) korporasi yang didakwa terlibat dalam kasus ini.
Dakwaan: PT OMI didakwa menyediakan wadah reksadana tanpa analisis kajian yang cukup untuk menampung saham-saham "bermasalah" ASABRI.
Keuntungan Ilegal: Perusahaan ini didakwa menerima keuntungan tidak sah hingga sekitar Rp300 miliar dari transaksi tersebut.
---
Presiden Harus Mengawasi BUMN dan Perusahaan Swasta untuk melindungi rakyat agar tidak menjadi korban. Pengaturan kembali cara kerja OJK mungkin ada yang salah
Gaji Dosen harus diatur distandarkan, sebenarnya semua gaji pegawai negeri wajib distandarisasi, tidak bisa kampus memberikan gaji murah. h...