Wednesday, December 3, 2025

Strategi Penanganan Menghadapi Bencana Alam

  1. Penjarahan setelah bencana alam
  2. Elit yang panik mengatakan kata-kata yang tidak terkendali (hanya visualnya saja yang mengerikan, banjir bandang yang membawa kayu-kayu gelondongan berasal dari pohon-pohon yang lapuk secara alami, ke lokasi bencana membawa beras 10 Kg
  3. Pembiaran Pembalakan Liar
  4. Pembiaran Penebangan Pohon
  5. Anggapan Sawit bukan Deforestasi, padahal sudah peringkat 2 World Population Review, kehilangan 264.119 km2 hutan 22.28% per tahun 2025, Indonesia kalah dengan Brazil yang no.1 
  6. Penanganan bencana alam yang lambat
  7. Deforestasi di Sumatra sangat massive, melandai di Sumatra bergeser ke Kalimantan, akan bergeser ke Papua, hampir 30% wilayah hutan di DAS sudah gundul, DAS membutuhkan lebih dari 30% kawasan hutan. 
  8. UU Cipta Kerja menghilangkan perlindungan hutan dari deforestasi, padahal kuota deforestasi sudah habis
  9. Planning Reboisasi
  10. Penyebab Deforestasi : Industri ekstraktif (Perkebunan Sawit, Hutan Tanaman Industri, Pertambangan) 
  11. Pencegahan Kebarakan Hutan
  12. Peralihan Energi dari Energi Fosil ke Energi Terbarukan 
  13. Aktifis Harus Berani untuk Review Ijin Ijin terhadap Korporasi (Tambang Emas Batang Toru Agincourt, PLTA Batang Toru, Toba Pulp Lestari, 
  14. Perampasan Lahan 
  15. Revisi Kebijakan Pemerintah
  16. Air Kotor, Lumpur, Wilayah Tangkap Ikan makin jauh, 
  17. https://www.linkedin.com/posts/rickysoesantomarketing_unbrandingpersonal-rickysoesanto-activity-7402861262235172864-NzNw?utm_source=share&utm_medium=member_desktop&rcm=ACoAAAZh_MkBRniAP_1iDC2s9pAVyEHYXwdrbDk --- L Shape Flood Barrier
  18. Melibatkan LSM 







Pendidikan Tinggi

 Gaji Dosen harus diatur distandarkan, sebenarnya semua gaji pegawai negeri wajib distandarisasi, tidak bisa kampus memberikan gaji murah. h...